Bab 3

INFORMASI DALAM PRAKTIK

 

Sistem Pemrosesan Transaksi

Istilah sistem pemrosesan transaksi digunakan untuk menjelaskan sistem informasi yang mengumpulkan data yang menggunakan aktivitas perusahaan mengubah data menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang terdapat di dalam maupun diluar perusahaan. Ini merupakan aplikasi bisnis pertama yang dipasang pada komputer ketika mereka pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an. Istilah sistem pemrosesan data elektronik (elektronik data prosesing EDP) dan sistem informasi akuntansi juga telah dipergunakan, namun saat ini kurang populer.

            Sistem             pemrosesan transaksi adalah satu-satunya sistem informasi yang memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan informasi diluar perusahaan. Sistem pemrosesan transaksi memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi kepada setiap unsur lingkunganselain pesaing. Sebagai contoh, sistem pemrosesan transaksi memberikan faktur dan laporan saldo kepada pelanggan, pesanan pembelian kpada pemasok, dan data dalam laporan keuangan tahunan kepada para pemegang saham dan pemilik. Salah satu contoh yang baik dari sistem pemrosesan transaksi adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan perusahaan distribusi perusahaan yang mendistribusikan produk atau jasa kepada para pelanggannya.

 

Sistem Informasi Organisasi

Area-area bisnis perusahaan-keuangan, sumber daya manusia layanan informasi, manufaktur, dan pemasaran-menggunakan basis data yang diproduksi oleh sistem pemrosesan transaksi, ditambah data dari sumber-sumber yang lain untuk menghasilkan informasi yang digunakan oleh para manajer dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Sistem informasi dikembangkan untuk setiap area bisnis ini. Jenis sistem informasi lainnya yang telah diimplementasikan dibanyak perusahaan-sistem informasi ini eksekutif ditujukan untuk tingkat organisasi daripada area bisnis. EIS digunakan oleh para manajer ditingkat organisasi yang lebih tinggi.

            Semua sistem organisasi ini merupakan contoh dari sistem informasi organisasi. Semua sistem informasi tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi yang berhubungan dengan bagian-bagian tertentu dari organisasi.

 

Sistem Informasi Pemasaran

Sistem informasi pemasaran memberika informasi yang berhubungan dengan aktivitas pemasaran perusahaan. Model kita untuk sebuah MKIS terdiri atas subsitem input dan output yang terhubung oleh sebuah basis data.

            Setiap subsistem output memberikan informasi mengenai unsur-unsur penting di dalam bauran pemasaran. Bauran pemasaran terdiri dari empat unsur utama yang dikelola oleh manajemen agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan mendapat keuntungan. Subsitem produk memberikan informasi mengenai produk-produk perusahaan. Subsistem lokasi memberikan informasi mengenai jaringan distrbusi perusahaan. Subsistem promosi memberikan informasi mengenai iklan dan aktivitas penjualan pribadi perusahaan. Subsistem harga membantu manajer mengambil keputusan harga. Selain itu, masih terdapat subsistem kelima, subsistem bauran terintegrasi, yang memungkinkan para manajer mengembangjan strategi yang mempertimbangkan pengaruh gabungan dari unsur-unsur diatas. Satu contoh dari informasi yang diberikanoleh subsistem bauran terintegrasi adalah ramalan penjualan yang memperhitungkan interaksi dari seluruh unsur.

            Masing-masing subsistem output terdiri atas program-program yang terdapat di dalam koleksi peranti lunak. Program-program inimemungkinkan pengguna mendapatkan informasi dalam bentuk laporan-laporan berkala dan khusus, hasil dari simulasi matematis komunikasi elektronik dan saran sistem berbasis pengetahuan. Pengguna meliputi manajer-manajer perusahaan yang memiliki kepentingan dengan aktifitas pemasaran perusahaan.

 

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem informasi sumber daya manusia (buman resources imformation subsyte-HRIA) memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia perusahaan. Didtem pemrosesan transaksi memberikan data input,sama seperti subsistem riset sumber daya manusia yang mengumpulkan data lingkungan yang mengandung permasalahan-permasalahan SDM.

            Masing-masing subsitem output dari HRIA akan mengangani aspek-aspek tertentu dari manajemen SDM : perencanaan, rekrutmen, pengelolaan tenaga kerja; kompensasi karyawan; memberikan tunjangan kepada karyawan; dan membuat banyak laporan SDM yang diminta oleh lingkungan, terutama badan-badan pemerintah. Ini adalah cara bagaimana subsitem output iklan ditentukan-mereka mencerminkan area-area kepentingan utama bagi para penggunanya.

 

Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi manufaktur (manufacturing information system) memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan operasi manufaktur perusahaan. Subsitem rekayasa industri terdiri atas aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh para teknisi industri (industrian engineering-IE) yang melakukan studi atas operasi manufaktur untuk memastikan keefisiennya. Empat subsistem output memberikan laporan atas subjek-subjek yang sangat besar kepentingannya dalam manufaktur-produksi, persediaan,mutudan biaya.

 

Sistem Informasi Keuangan

sistem informasi keuangan (financial information system) memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan aktivitas keuangan perusahaan. Susbsistem audit internal terdiri atas aktivitas-aktivitas oleh auditor internal perusahaan untuk menjaga integritas sistem perusahaan. Aktivitas-aktivitas output penting meliputi peramalan tren perekonomian masa depan, mengelola aliran dana yang melalui perusahaan, dan mengendalikan keuangan perusahaan.

 

Sistem Informasi Eksekutif

sistem informasi eksekutif (executive information system-EIA) adalah suatu sistem yang memeberikan informasi kepada para manajer ditingkat yang lebih tinggi atas kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dipergunakan pula istilah sistem pendukung eksekutif (executive support system-ESS).

            EIA perusahaan biasanya terdiri atas stasiun-stasiun kerja eksekutif yang terhubung melalui jaringan ke komputer pusat. Konfigurasi stasiun kerja terdiri atas sebuah komputer pribadi dengan unit penyimpanan sekunder yang menyimpan basis data eksekutif. Nasis data ini memuat data dan informasi yang telah diproses sebelumnya oleh komputer pusat perusahaan. Eksekutif akan memasukan permintaan informasi untuk mengeluarkan tampilan informasi format awal ini bertindak sebagai “dashboard” bagi eksekutif untuk memonitor faktor-faktor penting penentu keberhasilan organisasi.

 

Manajemen Hubungan Pelanggan

Manajemn hubungan pelanggan (costumer relationship management-CRM), adalah manajemen hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik perusahaan maupun pelanggannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini. Strategi ini kana menyadari bahwa membina hubungan jangka panjang dengan pelangan adalah suatu strategi yang bagus, karena mempertahankan pelanggan yang susah ada biasanya akan lebih murah daripada mendapatkan pelanggan baru. Oleh karena itu, perusahaan melakukan upaya-upaya untuk memahami para pelanggannya sehingga kebutuhan mereka akan dapat terpenuhi dan mereka akan tetap setia kepada perusahaan.

 

Data Warehousing

Seperti yang dapat anda bayangkan, seiring dengan terakumulasinya data transaksi selama bertahun-tahun maka volume data akan menjadi sangat besar. Hanya dalam waktu belakangan ini saja teknologi komputer mampu mendukung suatu sistem dengan permintaan data berskala besar seperti itu. Kini dimungkinkan untuk membangun suatu sistem dengan kapasitas data yang hampir tak terbatas.

 

Karakteristik Data Warehousing

Istilah data warehouse (gudang data) telah diberikan untuk menjelaskan penyimpanan data yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Kapasitas data penyimpanannya sangat besar.
  • Data diakumulasikan dengan memperbarui catatan-catatan baru, bukannya dijaga tetap paling muthakir dengan memperbarui catatan-catatan yang sudah ada dengan informasi yang baru.
  • Data dapat diambil dengan mudah.
  • Data sepenuhnya digunakan untuk pengambilan keputusan, dan tidak digunakan dalam operasi perusahaan sehari-hari.

 

Membuat suatu data warehouse terdengar seperti sebuah tantangan besar dan memang demikian adanya. Bahkan pada kenyataannya, tantangannya begitu besar sehingga beberapa pakar merekomendasikan untuk mengambil pendekatan yang lebih sederhana mengimplementasikan data warehouse dengan cara bertahap. Jika mengikuti pendekatan ini akan digunakan istilah data mart (toko data) untuk menguraikan subjek. Data mart adalah suatu basis data yang berisi data yang hanya menguraikan satu segmen dari operasi perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan dapat memiliki data mart pemasaran, data mart sumber daya manusia, dan seterusnya.

            Pembuatan dan penggunaan sebuah data warehouse atau data mart disebut data warehousing dan akan dilakukan oleh suatu sistem.

 

Sistem Data Warehousing

Data warehouse adalah bagian utama dari data warehousing yang memasukan data ke dalam gudang,mengubah isinya menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut kepada para pengguna.data dikumpulkan dari sumber-sumber data dan dikirimkan ke area pengumpulan sebelum dimasukkan kedalam tempat penyimpanan data warehouse.suatu sistem pemyampaian informasi akan memperoleh data dari tempat penyimpanan data warehouse dan mengubahnya menjadi informasi bagi para pengguna.

 

Penyampaian Informasi

Unsur terakhir dalam sistem data warehousing adalah sistem pemyampaian informasi, yang mendapatkan data dari tempat penyimpanan data, mengubahnya menjadi informasi, dan menjadikan informasi tersebut tersedia bagi para pengguna.

           

Olap

Segala jenis peranti lunak dapat digunakan untuk menarik data dari tempat penyimpanan data dan mengubahnya menjadi informasi. Pembuat laporan,paket query basis data, dan model-model matematis semuanya dapat digunakan. Selain itu, terdapat pula satu jenis peranti lunak yang secara khusus telah dikembangkan untuk data warehouse. Peranti lunak ini disebut OLAP,yang merupakan singkatan dari on-line analytical processing. OLAP memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan data warehousing melalui GUI ataupun antarmuka Web dan dengan cepat memperoleh informas dalam berbagai jenis format,termasuk grafik.

 

Data Miming

Istilah yang seringkali dipergunakan sehubungan dengan data warehousing dan data mart adalah data miming (penambangan data). Data miming adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui oleh pengguna. Proses ini sama seperti seoarang penambang yang mencari emas di aliran sungai pegunungan. Data miming membantu pengguna dengan menemukan hubungan dan menyajikan dengan cara yang dapat dipahami sehingga hubungan tersebut dapat menjadi dasar pengambilan keputusan. Terdapat dua cara dasar dalam melakukan data miming: verifikasi hipotesis (hypotesis verification) dan penemuan pengetahuan (knowledge discovery).

 

Verifikasi Hipotesis

Asumsikan  bahwa sebuah bank telah memutuskan untuk reksa dana kepada para nasabahnya. Manajemen bank ingin menargetkan materi-materi promosi pada segmennasabah yang menawarkan potensi bisnis terbesar. Satu pendekatan adalah bagi para manajer untuk mengidentifikasikan karakteristik-katakteristik yang mereka percaya akan dimiliki oleh anggota sasaran pasar tersebut. Asumsikan bahwa manajer percaya bahwa pasar sasarannya terdiri atas para nasabah berusia muda, telah menikah, memiliki dua sumber penghasilan, dan dengan nilai kekayaaan yang tinggi. Query multidimensional ini dapat dimasukkan ke dalam DBMS, dan records nsabah yang sesuai akan diambil. Pendekatan seperti ini, dimulai dengan hipotesis pengguna mengenai bagaimana data saling terhubung, disebut verifikasi hipotesis (hypothesia verification). Kelemahan pendekatan ini adalah bahwa proses pengambilan akan sepenuhnya dipandu oleh pengguna. Informasi yang terpilih tidak akan dapat lebih baik dari pemahaman pengguna akan dara. Ini merupakan cara tradisional untuk melakukan query atas suatu basis data.

 

Penemuan Pengetahuan

Dalam penemuan pengetahuan (knowledge discovery), sistem data warehousing menganalisis tempat penyimpanan data warehousing mencari kelompok-kelompok dengan karakteristik yang sama. Dalam contoh bank, sistem dapat mengidentifikasi tidak hanya kelompok menikah yang berusia muda, namun juga pasangan menikah yag telah pensiun yang menggantungkan diri pada jaminan sosial dan uang pensiun.

 

Menempatkan Data Warehousing dalam Perspektif

Kebutuhan akan data warehousing selalu ada sejak dulu namun teknologi informasi yang dibutuhkan untuk mendukungnya baru tersedia dan terjangkau belakangan ini. Ketika teknologi mampu mengejar permintaan beberapa pencapaian yang dramatis pun berhasil dilakukan seperti cara baru penyimpanan data dalam paket-paket informasi, yang memungkinkan dilakukannya analisis data dengan cara yang praktis tak terbatas dan OLAP, yang memungkinkan diambilnya data dengan cepat, metodologi dan teknologi yang telah ada juga ikut diterapkan, seperti konsep drill-down dan penggunaan kecerdasan buatan untuk menemukan hubungan-hubungan baru dalam data.

            Kemampuan untuk menyimpan jumlah data yang praktis tak terbatas dan mengambilnya dengan cepat telah membuka gerbang-gerbang pemrosesan data yang baru.

 

           

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s