Tulisan

PROFESIONAL MANAJEMEN

 

 

LATAR BELAKANG

Definisi Manajemen sebagai profesi lebih dititikberatkan pada kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah orang atau manajer dengan menggunakan keahlian tertentu. Jika orang mempunyai keahlian tertentu, tentu dapat memperoleh status dan insentif jika terlibat dalam suatu organisasi. Disebut sebagai kelompok manajemen profesional jika mereka bekerja dalam sebuah organisasi dengan menggunakan keahlian atau keterampilannya tersebut.

Profesionalisme manajemen dapat diklasifikasikan ke dalam suatu profesi yang memang membutuhkan suatu keterampilan maupun keahlian  tertentu serta posisi dan keahlian atau keterampilannya tersebut diakui masyarakat.

 

Profesional diartikan sebagai ciri-ciri kekuatan yang dimiliki seseorang berupa keahlian, kompetensi, kerja efisien, keterampilan, kualifaid-pandai, berpengalaman, dan sifat  mengagumkan.  Dalam konteks SDM,  manajemen profesional adalah pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut dalam pengembangan mutu SDM secara profesional. Lawannya adalah manajemen amatiran yang ciri-cirinya bertentangan dengan ciri-ciri manajemen profesional.

 

Ciri-ciri manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM dapat dilihat dari sisi operasional dan  manajerial yakni:

1)        Berbudaya korporat: transparansi, independensi,  responsif, akuntabilitas, dan kejujuran.

2)        Dukungan manajemen puncak.

3)        Bermanfaat untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.

4)        Berorientasi   ke masa depan dengan pendekatan holistik.

5)        Berdimensi jangka panjang dan bersinambung.

6)        Sistem nilai-prinsip efisiensi dan efektivitas.

7)        Dilakukan secara terencana/terprogram.

8)        Monitoring dan evaluasi serta umpan balik.

9)  Dilakukan oleh pelaku dan tentunya pimpinan unit yang memiliki:

a.kompetensi atau keakhlian dan pengalaman panjang di bidangnya.

b.sifat haus pada tantangan-tantangan.

c.sikap dan ketrampilan inovatif, kreatif, inisiatif dan efisien.

d.integritas tinggi.

e.sifat menghargai profesi lain.

f.sifat yang selalu siap menghadapi setiap resiko.

g.bertanggungjawab atas setiap kata dan perbuatannya.

10)    Penggunaan teknologi tepatguna.

11)    Kepemimpinan dalam membangun komitmen.

12)    Partisipasi aktif semua anggota.

13)    Kerjasama Tim.

14)    Pemberian penghargaan pada tiap karyawan yang berprestasi (kompensasi termasuk peluang pendidikan-pelatihan lanjutan dan promosi karir).

15)    Persuasi pada karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik melalui konsultasi-bimbingan dan pendidikan-pelatihan bersinambung.

Sumber: Sjafri Mangkuprawira dan Aida Vitayala Hubeis, 2007, Manajemen Mutu SDM,PT Ghalia Indonesia.

 

Permasalahan dalam professional manaemen

  • Kurangnya keterampilan konseptual (conceptional skill)
    Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuatrencana kerja.
  • Kurangnya keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
    Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

    • Kurangnya keterampilan teknis (technical skill)
      Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain

Pemecahan masalah dalam professional manajemen

  • Mengadakan krushus – krushus atau pelatihan guna menambah skill agar mampu bersaing.
  • Membiasakan diri sejak dini melakukan kontak dengan lingkungan sekitar agar tidak merasa canggung ataupun malu.
  • Selalu berpikiran positif dan mau untuk belajar lagi agar dapat berkembang.
  • Tidak malu bertanya dan tidak merasa diri hebat (sikap sombong)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s